Senin, 30 Mei 2011

Sisi Gelap Program Antariksa Amerika

Enam puluh tahun lalu Amerika Serikat merekrut para ilmuwan Nazi untuk memimpin sejumlah proyek yang mempelopori persaingan untuk menguasai angkasa luar.Para ilmuwan itu memberi Amerika teknologi canggih yang sampai saat ini masih memajukan program angkasa luar NASA. Namun kemajuan itu memiliki beban moral. Pada akhir Perang Dunia Kedua rahasia teknologi Nazi Jerman menjadi incaran. Pihak Sekutu berusaha mengambilalih sebanyak mungkin peralatan dan para ahli sambil mencegah negara-negara lainnya melakukan hal serupa. Pencapaian teknologi Jerman mengejutkan para ilmuwan Sekutu yang ikut dengan pasukan invasi ke Jerman pada tahun 1945.





Wernher von Braun: ikon NASA dan mantan perwira SS Nazi


Roket supersonik, gas syaraf, pesawat terbang jet, rudal jelajah, teknologi stealth dan bahan lapis baja yang lebih keras adalah beberapa teknologi terobosan yang dikembangkan di dalam laboratorium dan pabrik Nazi, bahkan saat Jerman hampir kalah perang. Amerika Serikat dan Uni Soviet-lah, pada awal-awal Perang Dingin, yang bersaing dan berpacu dengan waktu untuk menemukan rahasia ilmiah Hitler yang belum terungkap.

Pada Mei 1945, pasukan legiun Stalin berhasil menguasai beberapa laboratorium penelitian atom di Institut Kaiser Wilhelm yang terkenal di pinggiran Berlin. Ini memberi mereka teknologi yang kemudian digunakan untuk membangun gudang senjata nuklir Soviet.

Pasukan Amerika memindahkan rudal-rudal V-2 dari kompleks besar di Nordhausen, yang dibangun di bawah Pegunungan Harz di Jerman Tengah, beberapa saat sebelum Uni Soviet mengambilalih pabrik itu yang kemudian menjadi daerah yang dikuasai Soviet. Tim yang membangun V-2, pimpinan Wernhre von Braun, juga jatuh ke tangan Amerika. Tidak lama kemudian Mayor Jenderal Hugh Knerr, wakil panglima pada Angkatan Udara AS di Eropa menulis: "Pendudukan lembaga ilmiah dan industri Jerman mengungkapkan kenyataan yang mengejutkan bahwa kami sangat terbelakang dalam banyak lapangan penelitian."

"Kalau kami tidak meraih kesempatan ini untuk menguasai alat dan otak yang mengembangkan teknologi itu dan mempekerjakan mereka, kami akan tetap tertinggal bertahun-tahun."

Karena dimulailah Proyek Paperclip, operasi Amerika yang merekrut von Braun dan lebih dari 700 ilmuwan lainnya yang dibawa dari Jerman. Tujuan proyek itu sederhana: "Untuk mempergunakan ilmuwan Jerman bagi penelitian Amerika dan untuk mencegah sumber ilmiah itu jatuh ke tangan Uni Soviet."





Arthur Rudolph: "100% Nazi"


Perkembangan pun berjalan cepat. Presiden Truman memberi ijin bagi Proyek Paperclip di bulan Agustus 1945 dan pada 18 November, sekelompok ilmuwan Jerman pertama sampai di Amerika. Tetapi ada satu masalah. Truman memerintahkan bahwa siapapun yang didapati sebagai "anggota partai Nazi dan berperan dalam kegiatannya, atau pendukung aktif militerisme Nazisme" tidak akan diijinkan.


Menurut kriteria tadi bahkan von Braun sendiri, orang yang bertanggungjawab atas pemotretan di Bulan, seharusnya tidak boleh bekerja untuk Amerika. Dia adalah anggota berbagai organisasi Nazi dan memegang jabatan di pasukan khusus Nazi, SS. Catatan intelijen awal tentang von Braun menyebut pria itu sebagai "resiko bagi keamanan". Dan rekan-rekan von Braun termasuk:

* Arthur Rudolph, kepala operasi di Nordhausen, tempat 20.000 buruh paksa tewas saat membuat rudal V-2. Dia memimpin tim yang membangun roket Saturnus V. Dia digambarkan sebagai "100% Nazi, orang yang berbahaya".

* Kurt Debus, ahli peluncuran roket, juga perwira SS. Laporan tentang Debus menyatakan: "Dia harus ditahan karena mengancam keamanan Pasukan Sekutu."

* Hubertus Strughold, yang kemudian dikenal sebagai "bapak obat-obatan angkasa luar", yang merancang sistem penyokong kehidupan di pesawat angkasa Nasa. Beberapa bawahannya melakukan "percobaan" manusia di kamp Dachau dan Auschwitz, tempat tahanan dibekukan hidup-hidup dan ditempatkan di ruangan bertekanan rendah. Banyak dari mereka yang kemudian meninggal.

Semua pria ini dibolehkan bekerja untuk Amerika, kejahatan dituduhkan terhadapmereka ditutupi dan latar belakang mereka diputihkan oleh militer Amerika yang berambisi memenangkan Perang Dingin.

Enam puluh tahun kemudian, warisan Proyek Paperclip masih sangat penting.

Dengan karbon penyerap radar yang pada kayu lapis dan sayap tunggal yang mulus ke belakang, Horten Ho 229 dari tahun 1944 buatan Jerman dapat dikatakan sebagai pesawat terbang stealth yang siluman pertama.





Pembom siluman stealth: ikuti rancangan Jerman tahun 1944


Militer AS memberi satu contoh pesawat kepada Northrop Aviation, perusahaan yang kemudian memproduksi pesawat pemboman siluman B-2 yang bernilai 2 milyar dolar, yang dijiplak dari kapal Horten satu generasi kemudian.


Rudal jelajah masih menggunakan rancangan rudal V-1 dan mesin scramjets yang memotori pesawat hipersonik canggih Nasa X-43 dapat diwujudkan berkat teknologi jet Jerman. Dokumen Proyek Paperclip yang masih dirahasiakan membuat berbagai kalangan termasuk Nick Cook, konsultan teknologi angkasa luar di mingguan Jane's Defence, berspekulasi bahwa Amerika mungkin telah mengembangkan teknologi maju Nazi lainnya termasuk alat anti gravitasi, yang merupakan sumber energi berjumlah besar.

Meskipun kesuksesan Proyek Paperclip tidak diragukan lagi, banyak orang akan memilih untuk mengingat ribuan orang yang tewas demi mengirim manusia ke angkasa luar.


source: http://www.bbc.co.uk



__._,_.___




Kamis, 05 Mei 2011

Lebaran Khas Betawi Cengkareng, Lebaran Antar Kampung




Masyarakat Betawi asli di Cengkareng memiliki tradisi lebaran cukup unik yg masih terjaga sampai saat ini yaitu tradisi lebaran antar kampung.

Tradisi lebaran dalam hari raya Idul Fitri memang sudah umum bagi masyarakat di Indonesia. Bahkan tradisi pulang kampung atau mudik menjadi fenomena tersendiri di Indonesia demi silaturahmi dengan sanak famili yg ada di kampung halaman.


Menurut tokoh pemuda Jakarta Barat, M.Ikhwan Ridwan kepada Berita8.com, Rabu (15/9/2010) mengatakan Lebaran umumnya mengunjungi keluarga besar dari rumah kerumah yg muda mengunjungi yang tua.

Bagi masyrakat Betawi asli di Cengkareng menjadi lebih semarak karena lebaran lebih di perluas menjadi lebaran antar kampung.

Setiap kampung sudah memiliki jadwal hari tersendiri yang sudah di tetapkan para tokoh sejak lama yang saling berbalas kunjung satu sama lain.

Di Cengkareng terdiri beberapa kampung diantaranya, Pondok Sambi, Tanah Koja, Pondok Randu, Kampung Gunung, Bojong, Rawabuaya, Cengkareng, Kapuk sementara untuk wilayah Tangerang (wilayah sekitar Cengkareng) meliputi, Kembangan, Semanan, Gondrong dan Cipondoh.

Hari pertama, masyarakat Betawi Cengkareng seperti masyarakat umumnya mengunjungi keluarga masing-masing mengunjungi orang tua, mertua atau keluarga tertua.

Hari kedua, kemudian seluruh kampung yang ada di Cengkareng tumplek di kampung Tanah Koja yang jadi tuan rumah.

Hari ketiga, giliran Kampung Pondok Sambi yang jadi tuan rumah maka seluruh kampung yang ada di Cengkreng tumplek di Kampung Pondok Sambi.

Hari keempat, tuan rumah giliran Kampung Gunung, Kampung Pondok Randu, Bojong dan Kembangan.

Hari kelima, yang jadi tuan rumah giliran Rawabuaya, Cengkareng, Kapuk.

Hari keenam, giliran Kampung Gondrong, Cipondoh serta Kampung Semanan.

Dan hari ketujuh mulai bebas untuk mengunjungi rumah sanak keluarga yang jauh di Bekasi, Bogor atau Depok.

Sejarah bermula tradisi tersebut berlangsung sejak lama, karena kondisi geografis jarak antar kampung berjauhan, kemudian saat hari raya tiba mereka berkunjung kerumah sanak keluarga di kampung lain.

Ketika hendak berkunjung melewati persawahan dan ketemu di tengah sawah. Hal tersebut berulang tahun-tahun berikutnya. Pada akhirnya di tengah sawah tersebut para sesepuh tua saat itu membuat kesepakatan berdasarkan silsilah.

Tradisi lebaran antar kampung tersebut berlaku umum, tidak mengenal strata atau status sosial, usia, siapapun harus harus saling mengunjungi.

Apabila ada yg tidak mau berkunjung atau malas berkunjung maka sanksi sosialnya rumahnya tidak di kunjungi saat kampungnya jadi tuan rumah.

Walaupun statusnya tokoh seperti Kiyai, pejabat pada saat waktunya berkunjung maka wajib berkunjung, waktunya jadi tuan rumah terima tamu maka harus menunggu.

Sumber: http://archive.kaskus.us/thread/5294254

Kamis, 28 April 2011

Net yang Bisa Menghancurkan Truk


NORTH CAROLINA, KOMPAS.com - Kita mungkin biasa melihat perangkat penghenti laju di beberapa tempat rawan kejahatan atau yang membutuhkan level pengamanan tinggi. Perangkat itu biasanya berupa palang naik-turun di pintu tempat parkir, pion-pion cor di dekat teras mal, atau bahkan paku-paku jalan yang dipasang untuk menggemboskan ban bagi para penerobos. Biasanya ini ada di film-film action juga.


Di luar sejumlah perangkat tadi, sebuah perusahaan penyedia perangkat keamanan bernama Barrier1 Systems Inc di High Point, North Carolina, AS, juga menyediakan net penghenti laju bernama Arrestor. Ini bukan net biasa, melainkan net yang cukup kokoh. Kalau misalnya palang parkir mudah diterobos seperti biasa kita lihat di film-film, maka jangan main-main dengan yang ini.

Net tersebut bisa menahan truk seberat 7 ton dengan mudah. Bahkan truk tersebut akan hancur jika ngotot menerobos dalam kecepatan 80 km per jam.

Prinsip dasarnya, net itu menyerap energi benturan. Walau tidak disebutkan menggunakan bahan apa, net tersebut bisa mengendur dan mengeras sesuai energi dari kendaraan yang menabrak. Juga bisa melebar hingga 85 kaki (26 meter) atau bisa mencakup 6 lajur jalan saat berfungsi. Ia mudah naik-turun sehingga baru muncul jika diperlukan. Jika tidak diperlukan, net tersimpan di tanah.

Net tersebut terkait dan terkatrol dari dua buah kubah pelindung yang tersimpan di bawah jalan. Jika diaktifkan, maka net tersebut akan ditarik naik oleh dua kubah sehingga terbentang, hanya dalam dua detik.

Total, sudah 26 kendaraan diujicobakan untuk "mencium" net tersebut. Nah, jangan iseng menjadikan kendaraan Anda "tikus percobaan" yang ke-27. (Dimas)

Sumber : barrier1.us

Tak Mendapat ASI, Bayi Rentan Alergi




Kompas.com - Dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi angka kejadian alergi susu pada bayi terus meningkat. Salah satu faktor penyebabnya adalah pemberian susu sapi sebelum bayi berusia 6 bulan.

Bayi berusia kurang dari 12 bulan memang lebih rentan menderita alergi susu. "Hal ini disebabkan karena sistem saluran cerna bayi belum sempurna," papar dr.Zakiudin Munasir, Sp.A (K).

Faktor pencetus lain adalah faktor riwayat keluarga. Jika orangtua mengidap alergi, maka bayinya beresiko tinggi menderita alergi susu.

"Bila kedua orangtua alergi risikonya mencapai 50 persen," katanya dalam acara seminar mengenai Alergi Susu Sapi Bukan Penghalang Pertumbuhan Anak yang diadakan oleh Abbot Nutrition di Jakarta (27/4).

Akan tetapi, jenis alergi yang dialami anak belum tentu sama dengan orangtuanya. Misalnya jika ayahnya menderita alergi debu, bisa jadi anaknya justru alergi makanan laut.

Meski kedua orangtua menderita alergi, sebenarnya risiko alergi pada anak bisa ditekan. "Caranya adalah dengan menghindari faktor pencetusnya, misalnya bayi diberikan ASI eksklusif dan ibu berpantang makanan tertentu," katanya.

Membuat tubuh terpapar infeksi tanpa harus menderita sakit juga dianjurkan untuk mengurangi risiko alergi. "Berikan bayi imunisasi karena tubuhnya akan terpapar kuman yang sudah dijinakkan," imbuhnya.

Gejala

Gejala klinis alergi susu sapi yang sering ditemui adalah reaksi pada kulit (merah dan gatal), reaksi di saluran cerna, mulai dari muntah dan diare, atau pun reaksi pada paru berupa anak sering sakit batuk.

Alergi susu sapi sebaiknya tidak diremehkan karena bisa mengganggu tumbuh kembang anak. "Bila bayi tidak mendapat ASI, maka bayi perlu diberikan susu formula yang telah dihidrolisis yang protein susunya sudah dipecah sehingga menekan hipersentivitas tubuh dan gejala alerginya tidak timbul," kata Zakiudin.

Sayangnya harga susu formula yang dihidrolisis ini tergolong mahal. Sebagai penggantinya orangtua bisa memilihkan susu kedelai yang sudah diformulasi khusus sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

"Bayi sebaiknya diberikan ASI, namun jika ibu menyusui punya riwayat alergi sebaiknya hindari makanan yang sering mencetuskan alergi seperti susu sapi, kacang tanah, makanan laut dan telur," paparnya.