Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 September 2012

Jakarta Macet, Salah Siapa ?


Jakarta bilangan Ancol, 12 September 2012.

Tadi pagi saya terlibat obrolan serius tapi santai dengan beberapa teman kerja di depan wastafel sebuah toilet kantor. Ketika itu ada seorang teman yang mengeluhkan kondisi Jakarta yang macet, terlebih lagi adanya pembangunan koridor busway baru di daerah Kemayoran. Dia membayangkan seperti apa kemacetan di Jakarta dengan dikuranginya badan jalan untuk busway yang menggunakan jalur khusus. Padahal badan jalan yang ada itu kecil dan sedikit hanya beberapa meter saja lebarnya. Sebelum ada jalur busway saja macet, apalagi dengan adanya jalur busway yang mengurangi lebar badan jalan. Begitulah keluh kesah teman saya yang baru beberapa tahun menetap di Jakarta ini. Saya pun menanggapinya dengan memberikan "solusi" atas kemacetan parah yang diprediksi akan terjadi di wilayah tersebut dengan mengatakan agar lebih memilih menggunakan angkutan umum seperti busway untuk berangkat dan pulang kerja atau aktivitas lainnya ketimbang menggunakan mobil pribadi. Kemacetan di Jakarta bukan disebabkan karena adanya "pemotongan" badan jalan yang diperuntukkan untuk jalur khusus busway. Bahkan jauh sebelum Konsep Busway dicanangkan, kemacetan sudah terjadi di setiap sudut jalan raya ibukota negara Republik Indonesia ini. Busway sendiri bisa dikatakan sebagai "pelengkap" daripada kemacetan yang sudah terjadi di Jakarta sejak lama. Bahkan tujuan sebenarnya dari pembangunan konsep Busway ternyata untuk mengurai dan mengurangi dampak kemacetan yang terjadi di banyak jalan-jalan raya di ibukota ini. Pembangunan koridor Busway saat ini sudah menjelajah dari wilayah barat Jakarta sampai ke Timur. Dari Selatan sampai ke Utara. Bahkan daerah-daerah yang disebut sebagai penyangga Ibukota seperti Tangerang, dibangun Bus Line sebagai pendukung daripada konsep Busway tersebut.

Rabu, 25 Juli 2012

Mudik Lebaran (Part 2) : Sholat Ied 1432 H (2011) di Kampung Orang

di Pantai Kartini


Hari-hari di Jepara kami lalui dengan berpuasa, “menghabiskan” sisa hari di bulan Ramadhan menjelang Lebaran. Walaupun cuaca saat itu cukup panas (lebih panas dari Jakarta lho), bahkan menurut saudara istri saya di Jepara jarang sekali turun hujan. Sehingga menambah daftar godaan selama berpuasa di sana. Tapi Alhamdulillah selama niat kita mantab, sisa hari puasa di Jepara dapat kami lalui dengan sempurna. Bahkan selama perjalanan menuju Jepara yang mana di hari Minggunya kami masih di jalan sambil berpuasa, dapat kami lalui sampai Maghrib tiba. Hari Senin yang merupakan hari pertama kami di Jepara dan juga H-2 Lebaran, kami lalui dengan beristirahat dan bermalas-malasan di rumah Bude (Bibi) istri saya. Sambil ngobrol dan bercerita dengan saudara-saudara dan kerabat di sana. Kami menceritakan segala hal, mulai dari perjalanan kami ke Jepara yang cukup memakan waktu sampai hal-hal lainnya. Sehingga waktu sudah sore, menjelang waktu berbuka puasa. Kami berbuka puasa di rumah saja. Selain dikarenakan waktu Sholat Maghrib yang hanya sebentar saja ---kalau berbuka di luar, khawatir waktunya tidak cukup untuk sholat Maghrib---, malam itu kalau mengikuti kalender seharusnya sudah malam takbiran yang keesokannya adalah hari Raya Iedul Fitri 1432 H, namun belum ada keputusan dari Pemerintah. Maka, kamipun menunggu keputusan Pemerintah dengan bersama-sama menonton acara sidang Ishbat penentuan akhir Ramadhan di televisi. Sehingga menghasilkan keputusan kalau Puasa Ramadhan ditambah 1 hari lagi. Berarti hari Lebaran adalah esok lusa. 
Esok sorenya, sambil menunggu waktu berbuka puasa, kami menyempatkan diri untuk belanja ukir-ukiran khas kota Jepara. Di sebuah jalan (saya lupa nama jalannya), banyak sekali toko-toko yang menjual barang-barang ukir-ukiran seperti pot bunga, tempat menyimpan gelas air mineral, jam dinding, kaligrafi, serta ukir-ukiran hiasan lainnya sampai bufet dan lemari. Di sana saya hanya membeli sebuah lekar ukir untuk meletakkan Al Quran ketika kita akan membacanya. Istri saya membeli hiasan sepeda ontel kayu dan jam dinding kayu model sauh kapal laut. Semua ukir-ukiran itu murni terbuat dari kayu jati. Sekembalinya dari toko ukiran, kami tidak langsung pulang ke rumah. Kami diajak sama mas Tasrif (kakak ipar) untuk melihat-lihat koleksi pohon bonsainya. Dia mengajak kami ke sebuah kebun yang disana banyak sekali pohon bonsai yang dirawat oleh beliau dan teman-temannya. Bagus-bagus sekali pohon-pohon koleksinya. Bahkan ada pohon yang timbuh di atas batu atau batang pohon yang sudah kering, namun tumbuh ranting kecil hijau dan daun-daun segarnya. Ketika sudah hampir maghrib, kami segera pulang untuk berbuka puasa di rumah. Sekaligus merayakan malam takbiran. 


Ukiran Khas Jepara
Akhirnya malam takbiran pun tiba. Kami keliling kota Jepara. Katanya, kalau malam takbiran disini ramai, ada pawai, karnaval dari anak-anak sampai orang dewasa. Ternyata benar. Baru saja kami keluar rumah, dikejutkan dengan suara lantunan takbir yang menggema. Walaupun sumber suaranya masih jauh, namun gema takbirnya membahana sampai ke telinga. Dari kejauhan kami melihat nyala api yang berkobar di ujung obor. Ada hiasan kembang kelapa. Anak-anak yang memainkan bedug sambil bertakbir. Sungguh pemandangan yang jarang saya temui di ibukota Jakarta. Meriah sekali suasananya.

ALLOHU AKBAR.. ALLOHU AKBAR.. ALLOHU AKBAR..
LAA ILAAHA ILLALLOHU ALLOHU  AKBAR..
ALLOHU AKBAR WALILLAHILHAM..

Takbir Keliling
Dari rumah, kami berjalan berkeliling kota Jepara dan menuju ke alun-alun kota yang berdekatan dengan museum KARTINI. Di sana, menurut informasi yang saya terima, ada acara Festival Bedug antar Sekolah Menengah Atas se-Jepara. Wahh... Jadi penasaran. Karena selama ini saya hanya melihat acara Festival Bedug melalui televisi. Di perjalanan, saya menjumpai suasana yang tidak asing saya jumpai di Jakarta ketika malam takbiran. Yaitu, antrean sepeda motor untuk memasuki tempat acara. Penuh sesak dan macet. Walaupun tidak separah Jakarta, saya kaget juga karena masyarakat Jepara lebih suka pawai keliling kota menggunakan sepeda motor, sama halnya dengan masyarakat Jakarta. Kami tiba di alun-alun dan langusng menuju ke depan panggung untuk lebih menikmati acara. Tak beberapa lama acara dimulai setelah sebelumnya diisi dengan sambutan oleh para petinggi Kota Jepara. Para pesertanya adalah para siswa-siswi SMK-SMA se JEPARA. Meriah sekali acara tersebut. Dan penampilan para pesertanya sungguh luar biasa. Bahkan juga ada acara pesta kembang apinya. Ramai dan meriah sekali alun-alun Kota Jepara ini, seolah-olah semua masyarakat Jepara berkumpul di satu tempat ini. Sekitar jam 10 malam, kami memutuskan untuk pulang, karena besok harus bangun pagi-pagi untuk sholat Ied.

Ketika hari Lebaran tiba, kami sholat Ied di mesjid terdekat. Seumur-umur, belum pernah yang namanya berlebaran dan Sholat Ied di kampung orang. Saya selalu merayakan Hari Lebaran dan sholat Ied di Jakarta. Setiap tahunnya, setelah pulang dari Sholat Ied, saya selalu mencium tangan, mencium pipi kanan dan kiri seraya memeluk erat tubuh kedua orang tua. Sebagai tanda hormat dan takzim saya kepada beliau. Sehingga air mata menetes tatkala mengingat kenakalan-kenakalan yang sering saya lakukan kepada mereka.  Pada saat Sholat Ied, Khotib membacakan khutbah yang cukup membuat saya terharu. Khutbah tersebut berhasil membuat air mata menetes di pipi. Memang bahasa yang digunakan ada bahasa Jawanya yang saya tidak mengerti. Namun juga dicampur dengan bahasa Indonesia, sehingga saya menangkap maksud dari khutbahnya. Intinya sang Khotib menekankan untuk menghormati kedua orang tua. Hari Lebaran ini adalah momen yang pas untuk kita saling bermaaf-maafan, terutama kepada orang tua yang telah berjasa melahirkan dan membesarkan kita. Bahkan orang tua senantiasa berdo’a untuk semua kebaikan kita. Hal inilah yang membuat kepala saya tertunduk dan mengenang kembali kenakalan-kenakalan saya kepada mereka. Saya belum bisa membuat mereka bangga dan bahagia. Sampai saat ini hanya do’a yang bisa saya panjatkan untuk mereka. Air mata menetes dan membasahi pipi. Sungguh sebuah pengalaman pertama berlebaran di kampung orang dan jauh dari orang tua.

Selesai Sholat Ied saya pun kemudian mengambil Handphone dan mencoba menelepon ke Jakarta. Ternyata Nomor yang saya tuju tidak diangkat teleponnya. ”Ahh.. Nanti siang-siangan saja. Mungkin sekarang lagi pada sibuk bersilaturahmi dengan tetangga” pikirku. Nuansa dan suasana Lebaran di Jepara tidak jauh berbeda dengan di Jakarta. Yang muda berkeliling mengunjungi yang tua. Meminta maaf dan saling cipika cipiki bagi kaum wanitanya. Kami yang lelaki cukup berjabat tangan saja. Makanan dan minumannya pun tidak jauh berbeda dengan yang ada di Jakarta saat ini. Terutama Kacang Gorengnya, sama saja. Siangnya saya mencoba menelepon kembali ke Jakarta. Yang menerima ibu saya yang biasa saya panggil dengan sebutan emak. Tanpa sempat berkata-kata, air mata langsung membasahi pipi. Dengan terbata-bata, saya meminta maaf kepada beliau dan semuanya. Di ujung telepon, saya mendengar suara serak-serak basah emak saya yang juga sedang menahan emosinya untuk tidak terlalu larut dalam tangisan. Alhamdulillah. Hati serasa plong setelah mendengar suara emak. Sungguh hebat jaman sekarang, walaupun terpisah oleh jarak yang cukup jauh, kita masih bisa berkomunikasi dengan orang lain. Subhanalloh.

Keesokan harinya yaitu hari Kamis, 01 September 2011 pagi, kami bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Rencananya kami pulang ke Jakarta hari Rabu. Namun, karena keputusan Pemerintah yang menyatakan bahwa tanggal 1 Syawal 1432 H atau Hari Raya Iedul Fitri jatuh pada tanggal 31 Agustus 2011, padahal di kalender menunjukkan tanggal 30 Agustus 2011 untuk Hari Raya Iedul Fitri 1432 H. Sehingga liburan kami jadi bertambah 1 hari. Kami mengecek kondisi mobil, apakah masih stabil atau ada yang bermasalah. Alhamdulillah kondisi mobil masih sehat-sehat saja. Sebelum berangkat pulang, kami sekeluarga besar menyempatkan untuk foto-foto di depan rumah. 3 generasi berfoto bersama. Mulai dari bude yang paling ”senior” di antara kami, kami sebagai anak-anaknya, hingga keponakan-keponakan kami. Akhirnya, jam 9 pagi kit meluncur berangkat menuju Jakarta, setelah berpamitan dengan semuanya. Kami sengaja mengambil waktu pulang hari itu, karena kami memprediksi kalau saat itu suasana lalu lintas untuk arus balik masih agak sepi. Karena baru H+1. Alhasil, sepanjang perjalanan tidak ada kemacetan yang berarti. Perjalanan lancar-lancar saja. Kami lewat Jalur Pantura, melalui Kudus, Semarang, Pemalang, Pekalongan, Brebes, Tegal, Cirebon, Indramayu.

Saya duduk di bangku depan samping sopir. Penumpang yang lain, termasuk istri saya terlelap tidur karena kelelahan di sepanjang perjalanan. Saya tidak bisa tidur, karena inilah impian saya. Menikmati perjalanan jauh. Sepanjang perjalanan mata saya memandang kesana kemari menikmati pemandangan di setiap kota yang kami lewati. Saya juga bertugas sebagai semacam Navigator bagi sang supir. Supir mengendarai kendaraan dengan penuh konsentrasi, saya sibuk menajamkan penglihatan saya membaca plang arah tujuan yang terpasang di setiap perempatan atau lampu merah. Alhamdulillah, sekitar jam 2 dini hari Jum’at 02 September 2011, kami tiba di rumah dengan selamat dan utuh tidak kekurangan suatu apapun. Kedatangan kami rupanya ditunggu-tunggu sama orang tua saya. Mereka tidak bisa tidur menunggu kedatangan kami. Alhamdulillah kami tiba di Jakarta dengan selamat. Sungguh pengalaman Mudik yang menyenangkan dan juga melelahkan. Saya baru tahu rasanya mudik yang sebenarnya. 

Terdampar di Pinggir Pantai

Sementara di Lebaran Tahun 2012/ 1433 H ini, sepertinya kami tidak akan kemana-mana. Hal ini dikarenakan kami mempunyai urusan yang lebih penting. Yaitu menyambut kehadiran calon anggota baru di keluarga kami. Ya.. Insya ALLAH istri saya akan melahirkan di bulan Agustus yang bertepatan dengan bulan Puasa tahun ini. Tepatnya Insya ALLAH 1 minggu sebelum Lebaran menurut perhitungan dokter yang memeriksa kandungan istri saya. Mohon do’anya ya, semoga istri saya dan bayi yang dikandungnya diberi kesehatan, dilancarkan dan dipermudah persalinannya nanti. Dan keduanya diberikan keselamatan dan kesehatan serta umur yang panjang. Semoga kita semua juga senantiasa diberi kesehatan dan umur yang panjang. Aamiin Allahumma aamiin.

Saidi, Jakarta 27 April 2012

Jumat, 27 April 2012

MUDIK LEBARAN 2011 (Part 1) : Nikmatnya Rajungan


Bagi masyarakat Jakarta, setiap perayaan Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut dengan Lebaran sangat identik dengan yang namanya Mudik atau pulang kampung. Kegiatan mudik ini dilakukan oleh orang-orang pendatang yang tinggal dan bekerja di Jakarta. Mereka berbondong-bondong pergi meninggalkan kota Jakarta untuk menuju kampung halaman masing-masing. Ada yang pulang kampung ke daerah yang masih di Pulau Jawa, ada yang ke luar Pulau Jawa, bahkan ada yang sampai ke luar negeri. Ada yang menumpang Pesawat Terbang, Kapal Laut, Kereta Api, Bus, Sepeda Motor, bahkan ada yang mengendarai Bajaj. Bermacam-macam arah tujuannya dan angkutan yang digunakan. Namun dengan 1 tujuan yang sama, yaitu merayakan Hari Raya Lebaran di kampung halaman bersama keluarga dan sanak family. Bagi mereka kurang afdhol rasanya berlebaran tidak bersama keluarga dan orang tua.



Tidak terkecuali dengan para tetangga di sekitar rumah saya. Beberapa hari menjelang Lebaran, mereka sudah meninggalkan rumah mereka di Jakarta satu-persatu. Yang ada di Jakarta ketika Lebaran tiba adalah suasana menjadi lengang dan sepi. Jakarta yang setiap harinya selalu sibuk, macet di setiap jalan-jalannya. Ketika Lebaran tiba, berubah seolah-olah menjadi kota mati. Bahkan saya yang biasanya menempuh perjalanan berangkat dan pulang kerja paling cepat membutuhkan waktu 1 jam, pada saat-saat menjelang dan setelah Lebaran beberapa hari, hanya membutuhkan waktu paling lama setengah jam saja. Luar biasa. Jalan-jalan raya lengang dan sepi. Seolah-olah hanya saya saja yang masih ada di Jakarta. Maklumlah, saya kan kelahiran Jakarta dan asli anak Jakarta atau anak Betawi asli. Lahir dan besar di Jakarta. Dengan Bapak dan Ibu yang juga lahir di Jakarta. Bahkan semua kakek dan nenek saya juga lahir di Jakarta. Sehingga saya pun bisa dibilang putra Betawi asli.

Saya mencoba mengenang beberapa peristiwa dulu ketika saya masih kecil. Saat itu ketika masih tinggal di bilangan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Karena kami sekeluarga asli dari Kedoya. Dekat dengan Pondok Pesantren Asshidiqiyah. Dulu, ketika lebaran menjelang, banyak tetangga-tetangga yang berangkat untuk mudik lebaran. Tak terkecuali dengan para teman-teman masa kecil dulu. Mereka ikut orang tua mereka berangkat menuju kampung halaman mereka. Ada yang orang Jawa, orang Sunda, bahkan ada yang orang Ambon. Dalam benak saya ketika itu, mereka sungguh beruntung punya kampung halaman. Setidaknya setiap tahun, yaitu setiap Lebaran tiba mereka bisa jalan-jalan ke kampung halaman. Melihat pemandangan selama perjalanan, tinggal di desa dengan suasana yang masih asri. Udaranya sejuk. Bisa melihat gunung-gunung dan lautan. Oh.. betapa indahnya. Kala itu saya belum punya pemikiran bagaimana capek dan lelahnya orang-orang yang Mudik. Bahkan sampai mempertaruhkan nyawa demi mencium tangan atau memeluk orang tua mereka di Hari Raya seraya memohon maaf  kepada orang tua yang mereka anggap keramat. Mereka berkeyakinan, kesuksesan yang mereka miliki saat ini tidak lepas dari do’a orang tua mereka nun jauh disana. Saat itu saya hanya membayangkan kalau mudik itu adalah jalan-jalan, rekreasi atau semacamnya yang menyenangkan.

Sehingga akhirnya saya diberi kesempatan untuk merasakan sendiri rasanya mudik yang sesungguhnya. Ketika kakak saya (perempuan) menikah dengan seorang lelaki asal Garut, Jawa Barat. Hampir setiap tahunnya saya diajak ”pulang kampung” olehnya. Pertama kali ke Garut dengan menumpang bis. Sehingga nuansa rekreasi yang saya dapatkan kurang memuaskan. Karena selain tidak bisa menikmati pemandangan di lokasi-lokasi wisata selama perjalanan, juga di sana (Garut) saya tidak bisa leluasa jalan-jalan menyusuri kota Garut yang sejuk. Namun, pada kunjungan berikutnya, saya diajak berkendara sepeda motor berdua. Dengan bersepeda motor ini, saya mendapatkan nuansa cukup memuaskan --juga melelahkan--. Misalnya kita beristirahat di Puncak Pass. Memandangi perkebunan teh dan gunung-gunung sambil menghirup udara pegunungan yang segar. Dan ketika di Garut, saya diajak berkeliling dengan sepeda motor menyusuri kota Garut yang indah dan sejuk. Banyak gunung di sana. Sawah-sawah. Enak sekali dipandangnya. Ahh... nikmatnya. Walaupun dalam perjalanan sempat mengalami macet, setidaknya efek kemacetan yang saya rasakan jadi berkurang. Hampir setiap tahun kami berangkat dengan hanya berkendara sepeda motor saja.

Terakhir kali ikutan mudik ketika Lebaran tahun 2011 yang lalu. Ketika itu, kami mudik ke Jepara, Jawa Tengah. Lebih jauh dari Garut. Kali ini tidak dengan kakak ipar dan tidak mengendarai sepeda motor. Tapi dengan istri dan mertua sekeluarga. Dengan mengendarai mobil Isuzu Panther dan menyewa supir. Istri saya kelahiran Jepara, Jawa Tengah. Hanya saja besarnya di Jakarta. Jepara yang lebih dikenal sebagai kota ukir. Kota kelahiran pahlawan nasional R.A. Kartini. Pahlawan bagi kaum perempuan Indonesia. Yang katanya memperjuangkan emansipasi perempuan. Yang makna emansipasi itu sendiri sudah banyak dipelintirkan oleh sekelompok orang demi kepentingan mereka sendiri. Pahlawan yang terkenal dengan kalimat ”Habis Gelap Terbitlah Terang”. Yang setiap tahunnya dirayakan senasional sebagai Hari Kartini setiap tanggal 21 April.

Kami berangkat Sabtu malam tanggal 27 Agustus 2011, sekitar jam 10 an dari Jakarta. Dan baru tiba di Jepara hari Senin dini hari jam 3 an pas makan sahur. Jadi, menempuh perjalanan selama sekitar 29 jam-an. Dari waktu normal Jakarta – Jepara yang hanya 12 jam saja dengan menumpang bis malam. Ya iyalah, membandingkan dengan bis malam di hari-hari biasa. Tahu sendiri kan kalo bis malam itu tidak ada yang jalan. Semua pada lari. Hehehe.. alias bis malam itu kalau di jalan raya cepat sekali jalannya. Hari Minggunya makan sahur di daerah pertigaan Nagrek. Karena kondisi jalan padat merayap, jam 4-an kami baru tiba di Nagrek. Hawa dingin terasa sekali menusuk tulang. Makan sahur sambil istirahat sejenak. Kami sengaja lewat jalur Nagrek atau jalur selatan, karena di jalur Utara pastinya akan lebih parah kemacetannya. Bahkan kami sempat mengalami antrian di jalan tol. Tepatnya kepadatan terjadi di arah menuju Subang yang merupakan jalur Pantura. Kami ambil jalan lurus dan keluar di pintu Tol Cileunyi. Putar balik ke kana lewat jalur Nagrek. Selepas makan sahur yang hanya beberapa menit saja, kami melanjutkan perjalanan sambil mencari masjid untuk sholat subuh. Selesai Sholat Subuh, melanjutkan kembali perjalanan. Kondisi jalan masih padat merayap sampai ke Ciamis. Kami lewat jalur Selatan dan masuk Pantura melalui Slawi dan keluar di Tegal. Alhamdulillah jalur Pantura dari Tegal ke Jepara tidak ada kemacetan yang berarti. Lancar-lancar saja.

Setiba di Jepara hari senin sekitar jam 3 dini hari atau pas waktu makan sahur. Tak disangka kami sudah ditunggu-tunggu kedatangannya oleh keluarga yang di Jepara. Setibanya di rumah, kami disuguhkan masakan Sea Food. Yaitu Rajungan kuah kuning. Asal tahu saja, rajungan merupakan salah satu makanan favorit ketika kecil. Namun, keberadaannya kini sudah jarang sekali. Jarang ada tukang ikan di pasar yang menjajakan rajungan. Kami makan dengan lahapnya. Alhamdulillah. Bagi saya, makan dengan lauk rajungan memiliki cerita sendiri. Yaitu ketika kecil dan belum sekolah, setiap pagi selalu lewat tukang ikan yang berjualan keliling dengan sepedanya. Kami biasa memanggilnya Bang Samin. Pada suatu hari, seperti biasa Bang Samin berhenti di depan rumah. Saya yang pertama kali melihat rajungan, belum kenal apa namanya. Saya hanya menyebutnya dengan sebutan binatang. Kemudian saya memanggil emak (Ibu) saya. “Mak.. beliin binatang dong mak... “. Emak saya bingung, binatang apa yang saya maksud. Ketika saya tunjukkan, barulah beliau tahu binatang apa yang membuat saya sedikit memaksa untuk dibelikan. “Ini namanya rajungan, bukan binatang” begitu penjelasan emak saya. Besok-besoknya, setiap Bang Samin datang dengan membawa rajungan, pastinya saya minta emak untuk membelikan. Emak juga sudah memesan ke Bang Samin, kalo bawa rajungan, tolong disisakan buat saya. Jadinya, setiap kali Bang Samin bawa rajungan, dia pasti memanggil saya “Edy, ada binatang nih Ed.. Mao kaga ?” Jawabannya pasti mau.

Rabu, 18 Januari 2012

10 Harta Karun Paling Menakjubkan Yang Pernah Ditemukan (Salah Satunya dari Indonesia)

Jika sebelumnya ada postingan tentang 10 Tempat Harta Karun Misterius Yang Belum Ditemukan Sampai Sekarang maka posting ini masih berhubungan dengan HARTA KARUN ,tapi yang sudah diketemukan/ditemukan, 10 harta karun terbesar (paling bernilai) yang pernah ditemukan.

Harta karun adalah sejumlah besar emas, perak, batu permata, uang, perhiasan, atau setiap koleksi berharga yang ditemukan tersembunyi di bawah tanah ,di gudang bawah tanah atau loteng,
Biasanya harta karun berumur cukup tua, bahkan sangat tua, dan tidak bisa dilacak siapa ahli waris yang berhak untuk memilikinya, karena telah melewati puluhan, ratusan bahkan ribuan generasi
Sepanjang sejarah ada beberapa harta karun yang luar biasa ditemukan. Ini adalah daftar dari 10 harta karun yang paling menakjubkan.


10. Harta Karun Åšroda – Polandia



Harta Karun Åšroda adalah salah satu yang paling berharga dalam penemuan arkeologi abad ke-20. Ditemukan pada tahun 1985 selama pekerjaan renovasi di Sroda Slaska, Polandia.

Bagian utama dari harta karun itu sekarang masih ada di Museum setempat.Harta karun yang ditemukan termasuk mahkota Emas,diperkirakan milik Blanche dari Valois, istri dari kaisar Charles IV, 2 liontin emas abad ke-12, dua liontin emas abad ke-13, gesper emas abad pertengahan dihiasi dengan batu mulia, tiga cincin, 39 koin emas, dan 2924 koin perak.


9. Harta Karun Panagyuriste - Bulgaria


Pada 8 Desember 1949 tiga bersaudara - Pavel, Petko dan Michail Deikovi bekerja bersama di wilayah pabrik ubin "Merul" dekat Panagyurishte. Saat memproses lapisan baru tanah liat mereka menemukan benda-benda mengkilap yang tidak biasa.
Apa yang mereka gali ternyata adalah harta karun Panagyuriste,Harta karun yang dibuat dengan sempurna dan spektakuler dari Thracian, salah satu harta yang paling terkenal di dunia.terdiri dari botol, sebuah bejana Yunani dan tujuh rhytons dengan total berat 6.164 kg emas murni. Semua benda yang kaya dihiasi dengan adegan dari mitos bangsa Thracian, adat istiadat dan kehidupan. diperkirakan dari abad 4 - 3 SM

8. Harta Karun Preslav – Bulgaria

Harta Karun Preslav ditemukan di musim gugur tahun 1978 di kebun anggur di Castana, 3 km ke utara - kota terbesar kedua Bulgaria - Veliki Preslav.
Penggalian yang dilakukan menemukan lebih dari 170 benda-benda emas, perak dan perunggu termasuk 15 koin perak milik Bizantium Constantine VII, Romawi II (945 dan 959) dan artefak lainnya yang berasal dari periode antara abad ke-3 dan ke-7.


Beberapa teknik pembuatan perhiasan yang digunakan dalam memproduksi perhiasan, kancing, dll, dalam pengaplikasian tidak terbatas dengan pengecoran dalam cetakan, toreutics, pengelasan bola emas kecil (butiran) atau kawat emas murni (kerawang), Inlays mutiara dan enamel multi-warna.



7. harta Karun Pereshchepina – Bulgaria

Harta Pereshchepina adalah deposito utama dari kekaisaran Bizantium, Sassania, dan objek Avarian dari periode Volkerwanderung .
Deposit ditemukan pada tahun 1912 di Desa Mala Pereshchepina (13 km dari Poltava, Ukraina) oleh seorang gembala laki-laki yang secara harfiah tersandung bejana emas dan jatuh ke makam Kuvrat, pendiri Agung Bulgaria dan ayah dari Asparuh, pendiri Kekaisaran Bulgaria Pertama.
Timbunan ini berisi lebih dari 800 buah. Ada 19 bejana perak dan 16 bejana emas, termasuk rhyton mencolok dan yang lain. Selain itu,dalam penemuan itu juga terdapat tongkat dari emas, pedang besi dengan ujung bawah dalam bentuk cincin dilapisi emas juga pada gagang dan sarungnya, perhiasan emas, dan banyak lagi.

6. Harta Karun Tillia Tepe – Afghanistan


Tillia Tepe adalah situs arkeologi di Afghanistan utara dekat Sheberghan, disurvei pada tahun 1979 oleh misi arkeolog Soviet Afghanistani yang dipimpin oleh Victor Sarianidi, setahun sebelum invasi Soviet terhadap Afghanistan.
Pada timbunan ditemukan koleksi sekitar 20.000 perhiasan emas di enam kuburan (lima perempuan dan satu laki-laki) dengan perhiasan yang sangat kaya, berasal dari sekitar abad ke-1 SM.Secara keseluruhan beberapa ribu keping perhiasan yang ditemukan, biasanya terbuat dari kombinasi emas, pirus dan lapis-lazuli. Ornamen termasuk koin,seperangkat kalung dengan permata, ikat pinggang, medali, dan mahkota.

5. Harta Karun Nagyszentmiklós – Rumania


Harta Nagyszentmiklós adalah koleksi berharga dua 23 bejana emas abad ke-10, ditemukan di Nagyszentmiklós, Transylvania. Harta karun, yang terdiri dari 23 bejana emas, berasal dari abad kesepuluh, ditemukan pada 1791 di sekitar kota Nagyszentmiklós (sekarang Sânnicolau Mare, Rumania).

4. Harta Karun Pietroasele - Rumania


Harta Karun Pietroasele (ditemukan di Pietroasele, Buzau, Rumania, pada tahun 1837), adalah harta karun bangsa Gothic terkahir di abad 4 yang mencakup sekitar 22 benda dari emas, di antara contoh yang paling terkenal dari gaya polikrom seni Periode Migrasi.
Dari 22 potong, hanya dua belas selamat, dilestarikan di Museum Nasional Sejarah Rumania, di Bucharest, beberapa item adalah fibula elang berkepala besar dan tiga yang lebih kecil bertatahkan batu mulia, dan Patera, atau wadah bulat tempat tumbal , dimodelkan dengan tokoh-tokoh yang tampak sebagai dewa Gothic di baju dewi Yunani mengelilingi tiga dimensi duduk di tengah.

3. Harta Karun Gourdon - Perancis


harta karun ini, digali dekat Gourdon, Saône-et-Loire, pada tahun 1845, adalah timbunan emas, yang berasal dari akhir abad kelima atau awal abad keenam, yang disimpan segera setelah tahun 524.
Ketika ditemukan timbunan terdiri dari piala (ditampilkan di atas), sebuah patena persegi panjang, juga diterapkan dengan garnet dan pirus di kompartemen cloisonne, bersama dengan sekitar 100 koin emas yang berasal dari pemerintahan kaisar Bizantium Leo I (457-474) sampai kaisar Justin I (518-527).

2. Harta Karun Tutankhamen's - Mesir


Daftar harta harun ini tidak akan lengkap jika kita tidak menyebutkan harta karun Tutankhamen.
Ditemukan di makamnya pada tahun 1922 oleh Howard Carter, di bawah sisa-sisa gubuk pekerja dibangun selama Periode Ramses, yang menjelaskan mengapa hal itu terhindar dari pemusnahan makam periode itu.


Mungkin bagian yang paling mengesankan ditemukan dalam makam Tutankhamun bukanlah topeng , meskipun itu adalah yang paling terkenal.Sebaliknya, peti mati untuk raja yang terbuat dari emas, menampilkan kualitas pengerjaan dan detail yang sangat kompleks yang tak tertandingi. Peti mati (yang di dalam) terbuat dari emas padat. panjang 190 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 50 cm
Raja ditampilkan sebagai Osiris memegang crook dan flail, simbol-simbol tradisional kerajaan. Makam yang berisi harta karun lainnya juga, termasuk mahkota Raja.

1. Harta karun Jawa - Indonesia


Harta karun terakhir kami adalah yang paling baru ditemukan. Harta karun dari Jawa, Indonesia ini termasuk dengan 14.000 mutiara, 4.000 rubi,400 safir merah gelap, dan lebih dari 2.200 garnet. Harta ini ditemukan di sebuah kapal yang tenggelam 1000 tahun yang lalu di lepas pantai Indonesia.
Selain perhiasan, para pemburu harta karun menemukan botol parfum kecil, guci yang terbuat dari tanah liat, vas berleher ramping, dan gelas berwarna cerah dari dinasti Fatimah yang pernah menguasai Mesir kuno.
Mereka juga menemukan piring dihiasi dengan naga, burung parkit dan lainnya; porselen dengan ukiran halus-pinggiran, teko dihiasi dengan bunga teratai, dan piring seladon dengan glasir utuh. Temuan yang bernilai milyaran dolar ini, 50% untuk pemerintah Indonesia.
Penemuan Bangkai kapal yang sangat langka dari abad ke 10 ini mengisi celah besar dalam pengetahuan kita tentang periode itu.

credit : http://listverse.com/


Kamis, 29 September 2011

Permainan Anak Indonesia Yang Mulai Ditinggalkan

Masih pada ingatkah kita dengan permainan-permainan di bawah. Permainan di bawah ini adalah semua permainan yang dulu sering saya mainkan bersama dengan kawan-kawan saya di masa kecil. Saya masih ingat jelas, ketika sepulang dari sholat Isya di langgar (musholla), kami berkumpul disuatu area yang cukup luas untuk memainkan beberapa permainan di bawah. Berikut adalah permainan-permainan tersebut :

Taplak


Permainan dimulai dengan melempar gacoan di kotak terendah. Batu yang dilempat tak boleh keluar garis dan harus di dalam kotak. Bila batu tak masuk kotak dianggap mati.


Bila batu sudah masuk kotak, pemain harus lompat satu kaki dan tak boleh menyentuh batu gacoan. Pada kotak ganda, no 4-5 dan 7-8, kaki langsung dua tanpa loncat. Setelah sampai puncak, kembali ke titik awal sambil mengambil batu gacoannya.

Kalau batu gacoan nyampe gunung, yaitu no 9, ambil batunya dengan membelakangi batu tersebut dengan diraba-raba. Abis itu lembar batu ke atas gunung, kaki di no 7-8 lompat dan injak batu itu. Setelah batu diambil lempar ke titik awal.

Pemain lompat lagi ke arah batu. Kalau sudah selesai pemain akan dapat bintang pada kotak sesuai urutan nomor. Yang ada bintangnya dianggap sebagai rumahnya sendiri dan pemain lain tidak boleh melewati. Kalau pemainnya terlalu banyak atau salah satu pemain belum punya bintang, sehingga tidak bisa meloncati beberapa kotak maka boleh dibuat jalan alternatif atau tangga alternatif agar pemain itu dapat menjangkau lompatannya


Baju-bajuan


Bongkar Pasang adalah gambar sosok dua dimensi yang dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan gambar pakaian dan asesorisnya.

Boneka kertas ini muncul pertama kali di Paris pada abad 18, pada masa pemerintahan raja Louis XV. Awalnya berupa gambar artis yang sedang populer pada waktu itu. Diperuntukkan memang untuk permainan yang bisa dibongkar pasang alias tidak permanen. Dalam perkembangannya permainan ini menyebar dengan berbagai karakter seperti, bintang film, tokoh komik, dan yang paling populer sosok boneka barbie


Bekel

Bekelan berasal dari bahasa Belanda, bikkelen. Permainan ini masih saudara dengan gathengan. Kalau gathengan hanya menggunakan batu kerikil, bekelan menggunakan seperangkat alat khusus yang dinamakan bekel. Bekel ini terdiri dari sebuah bola bekel dan lima buah biji bekel berbentuk logam. Ada yang terbuat dari kuningan, dan ada yang terbuat dari bahan timah.

Pada awalnya biji bekel dibuat dari engsel tulang tumit kaki belakang domba. Sekarang dibuat dari logam. Terdiri dari empat biji bekel dan satu bola bekel.

Logam ini memiliki bentuk yang khas. Terdiri dari permukaan kasar yang ditandai dengan lubang-lubang kecil di permukannya berjumlah lima titik, permukaan halus yang ada tanda silang atau polos sama sekali, permukaan atas yang ada bintik merahnya, dan permukaan bawah yang tidak ada tanda catnya.

Permainan ini dilakukan dengan cara menyebar dan melempar bola ke atas dan menangkapnya setelah bola memantul sekali di lantai. Kalau bola tidak tertangkap atau bola memantul beberapa kali maka pemain dinyatakan mati.

Pertama, pemain menggenggam seluruh biji bekel dan menyebar seluruhnya ke lantai sambil melemparkan bola bekel ke atas dan menangkapnya. Biji bekel diambil satu-satu sampai habis. Ulangi lagi menyebar seluruh biji bekel dan diambil 2 biji bekel, diambil dengan 3 biji bekel, diambil 4 biji bekel, terakhir lima biji bekel diraup sekaligus.

Langkah kedua, Balik posisi bekel menghadap ke atas semua satu persatu. Ulangi terus sampai seluruh permukaan bekel menghadap ke atas semua. lalu ambil satu bekel, ambil 2 biji bekel, ambil 3 biji bekel, ambil 4 biji bekel, terakhir raup seluruh biji bekel.

Langkah ketiga , balik posisi biji bekel menghadap kebawah dan ulangi langkah sepertei langkah kedua dengan mengambil biji bekel 1, 2, 4, dan seluruhnya.

Langkah keempat, balik seluruh posisi bekel bagian permukaan yang halus menghadap ke atas lalu ambil biji bekel seperti langkah ketiga.

Langkah kelima, balik posisi bekel posisi permukaan kasar menghadap ke atas semua, lalu ambil biji bekel seperti langkah sebelumnya,

Langkah terakhir dinamakan Nasgopel. Balik posisi biji bekel mengahadap ke atas semua, kemudian balik lagi semuanya menghadap kebawah semua, terus permukaan halus menghadap ke atas semua, dan terakhir balik satu persatu permukaan kasarnya menghadap ke atas semua. Raup seluruh biji bekel dalam sekali genggaman. Bila ada kesalahan dalam langkah nasgopel ini pemain harus mengulang ke langkah awal nasgopel. Pemain yang bisa melewati tahap ini dinyatakan sudah menang dan berhak untuk istirahat sambil menonton teman-temannya yang belum bisa menyelesaikan permainan.

Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan, minimal dua orang.
Paling sebel kalau ditonton laki-laki. Mereka biasanya mengganggu agar hilang konsentrasi dan melakukan kesalahan. Kalau ada yang mati mereka akan teriak kegirangan


Tembakan peluru biji jali-jali

Dibentuk seperti senapan, dibagian ujungnya dipasangi karet pentil sepeda. Di bagian pangkalnya dipasangi penjepit terbuat dari kayu. Pelurunya dari buah tanaman klorak.

Tangkai buah klorak dijepit di pangkal senapan, sehingga buahnya menonjol dan karet pendek ini ditarik dan dikaitkan ke bonggolnya. Jadi kalau kita ingin menembak orang maka cukup tekan pelatuk atau penjepitnya maka terlontar buah klorak itu dari senapan kayu ini


Bentengan.

Dalam permainan ini seluruh anggota dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing punya benteng. Jarak antar benteng sekitar 10 meter.

Setiap kelompok harus mempertahankan bentengnya masing-masing. Selain menyerang benteng lawan kita juga dapat menawan anggota lawan. Bila personal kita dapat bisa memegang kelompok lawan yang berkeliaran, dia jadi tawanan kita.

Untuk membebaskannya, kelompok lawan harus berani mendatangi kubu kita dan menyentuhnya tanpa tersentuh oleh kita. Kita tidak boleh tersentuh oleh lawan. Kalau tersentuh oleh lawan kita akan juga jadi tawanannya.

Titik kemenangan terletak jika kita dapat menyentuh benteng lawan


Yoyo

Yoyo berasal dari Greece (negeri Yunani), sekitar 500 Sebelum Masehi. Yoyo pada awalnya terbuat dari kayu, logam, atau gerabah. Sudah menjadi kebiasaan, ketika seorang anak menuju dewasa ia akan mempersembahkan mainannya sewaktu masih muda kepada dewa. Yoyo kuno ini sekarang masih tersimpan di Museum Nasional Athena.

Dalam catatan sejarah sekitar abad 16, para pemburu hewan dari Filipina biasa memanjat pohon dan mengikatkan tali ke batu sepanjang 20 feet untuk dilemparkan ke hewan buruan. Menurut Scientific American yang terbit tahun 1916, istilah yoyo berasal dari bahasa Filipina yang berarti “ayo-ayo”.

Membutuhkan ketrampilan untuk memainkan permainan yoyo ini.Ada banyak variasi memainkan permainan ini.

Ada yang cukup dilempar ke bawah dan yoyo akan naik kembali ke tangan kita lagi, terus dilempar lagi. Bagi yang sudah jago ada yang dilempar mendatar, atau bahkan dilempar ke atas. Atau dilempar mendatar di permukaan tanah dan yoyo bisa kembali lagi ke tangan. Malah ada yang jahil dengan diarahkan atau dilemparkan ke anak-anak perempuan.

Wacana permainan rupanya sedang disukai oleh para politisi. Gara-gara ucapan Megawati yang mengkritisi kebijakan ekonomi Presiden SBY yang dianggapnya seperti yoyo. “Naik-turun naik-turun. Dilempar kesana kemari. Kelihatannya indah tapi pada dasarnya tak menentu,” ujar Ketua Umum PDI Perjuangan ini dalam Rapat Kerja Nasional PDIP di Solo


Polisi maling

Permainan ini minimal anggotanya dalam satu kelompok ada 4 orang. Terdiri dari dua kelompok.

Pertama-tama yang harus dilakukan, perwakilan kelompok maju ke depan untuk suit. Lalu, kelompok yang jadi maling harus mencari tempat persembunyian yang dirasa paling aman. Dengan syarat, meninggalkan jejak berupa panah disetiap jalan yang dilaluinya. Dengan kapur tulis digambar tanda panah untuk memberi petunjuk ke kelompok polisi. Bisa di dinding, pohon , maupun perempatan yang dilaluinya. Gambarnya dibuat tidak terlalu gamblang, biar tidak mudah ditemukan oleh lawan.

Selama kelompok maling mencari tempat persembunyian, kelompok polisi menunggu.

Saat kelompok polisi mencari jejak kelompok maling untuk menangkapnya. Setiap tanda panah yang sudah dilewati harus disilang agar tidak dilewati lagi untuk yang kedua kalinya. Dan, bila sudah tertangkap maka kelompok maling harus berjaga dan menjadi kelompok polisi demikian berganti-ganti. Tetapi, bila kelompok polisi tidak berhasil menemukan kelompok maling dan menyatakan menyerah, maka permainan dapat diulang lagi dan kelompok maling dapat ngumpet lagi untuk kedua kalinya

Masih ada yang lain seperti Gundu, Gobak Sodor, Petak Umpet, Tak Jongkok, Congklak, Dll,
Sebenernya permainan kampung atau jaman dulu seperti di atas sangat baik untuk mengembangkan potensi diri seperti kesabaran, kerjasama, kepemimpinan, kegigihan, dan banyak hal lain. Tapi seiring banyaknya mainan modern, permainan ini mulai ditinggalkan.

sumber: kaskus.us

Misteri Kursi Nomor 13 Pesawat Batavia Air




Meski sudah puluhan kali terbang saya jarang memperhatikan masalah ini. Hingga akhirnya sebuah tulisa di kompas.com mengulas tentang misteri kursi nomor 13 di Batavia Air. Monggo disimak, dan jangan lupa ini hanya sekedar opini.


Tahukah Anda, konon tidak ada kursi penumpang di pesawat terbang yang bernomor 13 di dunia ini? Meski banyak yang tidak percaya, namun tahyul di jagad raya ini mempercayai angka 13, dikaitkan dengan kejadian sial atau mengerikan.

Namun di Indonesia, pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan YG - 561 dari Jakarta tujuan Pekanbaru, hari Minggu (25/9/2011) petang, memberikan tiket penumpang bernomor 13A dan 13B kepada Nyonya Mardiana dan suaminya. Mulanya, Mardiana merasa heran, sebab setelah puluhan kali naik pesawat, baru kali ini dia mendapat kursi bernomor 13. Namun dia mendiamkan saja.

Keanehan mulai terjadi saat Mardiana dan suaminya naik ke pesawat. Ternyata kursi bernomor 13 memang tidak ada. Setelah kursi nomor 12, yang ada di deretan selanjutnya adalah kursi bernomor 14. Ketika disampaikan perihal nomor tiket itu kepada pramugari yang bernama Ira Maei, dia langsung terheran-heran.

"Tidak ada nomor 13 di pesawat ini, ada kesalahan, namun ibu dan bapak dapat duduk di kursi nomor 14A dan 14B ini saja dahulu," kata Ira menenangkan.

Tidak lama kemudian, muncul seorang pria tinggi besar yang menyebutkan dia memiliki tiket bernomor 14 A dan seorang penumpang lain yang belakangan diketahui bernama Rizal, pegawai Kantor Bea dan Cukai Riau yang memegang tiket bernomor 14B.

Masalah mulai muncul, dan pramugari Hindri Astutik dan Juni Cahyati mulai terlihat kasak kusuk memanggil petugas darat untuk membantu menyelesaikan persoalan. Setelah beberapa lama, seluruh penumpang telah naik ke pesawat. Ternyata, ada tersisa dua kursi yang belum diduduki penumpang. Akhirnya pramugari mengarahkan Rizal untuk duduk di kursi bernomor 2B dan pria bertubuh tinggi besar di kursi 11E yang kosong. Pesawat berkapasitas 168 orang itu penuh total. Tidak ada lagi kursi tersisa.

Namun akibat insiden kursi bernomor 13A dan 13B, jadwal pesawat yang semestinya tebang pukul 16.50, pintu pesawat baru dapat ditutup pada pukul 17.10 dan terbang pukul 17.30. Tidak ada kejadian apapun sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Pekanbaru, cuaca cukup bagus.

Hanya saja sesaat sebelum mendarat, tubuh pesawat bergoyang, oleng ke kiri dan ke kanan, tidak stabil, sehingga membuat penumpang cukup cemas. Untungnya, Kapten Pilot Hendra Sutrisno mampu mendaratkan pesawat dengan baik. Ketika mendarat, bahkan ada penumpang yang bertepuk tangan.

Sebelum turun dari pesawat, Mardiana dan suaminya masih penasaran, mengapa mereka diberi nomor kursi 13 A dan 13B. Pramugari Juni Cahyati mengatakan, masalah itu disebabkan petugas darat Batavia, mungkin tidak mengecek bahwa pesawat Batavia yang satu ini, tidak memiliki kursi bernomor 13.

"Memangnya ada pesawat yang bernomor kursi 13?" tanya suami Ny Mardiana. Juni mengungkapkan, ada satu pesawat Batavia di Indonesia, yang memiliki nomor kursi 13. Kalau pernyataan Juni diasumsikan benar, mengapa hanya Ny Mardiana dan suaminya yang mendapat nomor kursi 13?

Bukankah kalau penumpang penuh, semestinya, ada empat penumpang lain yang memegang tiket bernomor 13C, 13D, 13E dan 13F? Belum ada jawaban misteri kursi bernomor 13A dan 13B itu, kecuali pihak Batavia mau jujur membukanya kepada publik.

Atau, jangan-jangan petugas darat Batavia Air memang tidak profesional. Contoh ketidakprofesional lainnya, sebelum masuk ke pesawat, penumpang Batavia yang berada di ruang tunggu C7 tujuan Pekanbaru harus masuk ke pesawat melewati pintu C5, sementara pada saat bersamaan, penumpang yang berada di ruang tunggu C5 tujuan Batam dipindahkan ke jalur C7.

Koridor bandara akhirnya kacau penuh sesak, penumpang dari dua arah berlawanan bersinggungan karena hendak bergegas naik ke pesawat. [asaborneo.blogspot.com]

Kamis, 28 April 2011

Net yang Bisa Menghancurkan Truk


NORTH CAROLINA, KOMPAS.com - Kita mungkin biasa melihat perangkat penghenti laju di beberapa tempat rawan kejahatan atau yang membutuhkan level pengamanan tinggi. Perangkat itu biasanya berupa palang naik-turun di pintu tempat parkir, pion-pion cor di dekat teras mal, atau bahkan paku-paku jalan yang dipasang untuk menggemboskan ban bagi para penerobos. Biasanya ini ada di film-film action juga.


Di luar sejumlah perangkat tadi, sebuah perusahaan penyedia perangkat keamanan bernama Barrier1 Systems Inc di High Point, North Carolina, AS, juga menyediakan net penghenti laju bernama Arrestor. Ini bukan net biasa, melainkan net yang cukup kokoh. Kalau misalnya palang parkir mudah diterobos seperti biasa kita lihat di film-film, maka jangan main-main dengan yang ini.

Net tersebut bisa menahan truk seberat 7 ton dengan mudah. Bahkan truk tersebut akan hancur jika ngotot menerobos dalam kecepatan 80 km per jam.

Prinsip dasarnya, net itu menyerap energi benturan. Walau tidak disebutkan menggunakan bahan apa, net tersebut bisa mengendur dan mengeras sesuai energi dari kendaraan yang menabrak. Juga bisa melebar hingga 85 kaki (26 meter) atau bisa mencakup 6 lajur jalan saat berfungsi. Ia mudah naik-turun sehingga baru muncul jika diperlukan. Jika tidak diperlukan, net tersimpan di tanah.

Net tersebut terkait dan terkatrol dari dua buah kubah pelindung yang tersimpan di bawah jalan. Jika diaktifkan, maka net tersebut akan ditarik naik oleh dua kubah sehingga terbentang, hanya dalam dua detik.

Total, sudah 26 kendaraan diujicobakan untuk "mencium" net tersebut. Nah, jangan iseng menjadikan kendaraan Anda "tikus percobaan" yang ke-27. (Dimas)

Sumber : barrier1.us

Selasa, 26 April 2011

Peti Mati di Jalan Raya

Perpotongan Jalur Berbahaya (Junction Jeopardy)
Pembunuh nomor satu, tabrakan di perpotongan jalur selalu sama dan berakibat serius, dapat terjadi pada siapa saja yg biasanya pengendara lain yg terlibat mengklaim bahwa mereka tak melihat ada motor datang, meskipun begitu pengendara motor bisa menghindari dgn defensive riding dan tetap awas.

Apa yg salah :


Pengendara motor berjalan di belakang sebuah mobil, ketika mobil tsb belok kiri, motor melaju bermanuver melewati mobil tsb di sisi kanan, ternyata dari arah kiri ada mobil lain yg melaju baik lurus maupun belok kanan/kiri.
Cara menghindar kesalahan :• jangan pernah mendahului dari kanan dimana bisa jadi ada kendaraan masuk/belok di jalur anda tanpa peringatan, dahului dari kanan bila jelas2 perpotongan jalur tsb bersih dan aman tak ada kendaraan lain.
• masuki tiap perpotongan jalur dgn sebanyak mungkin penglihatan dan informasi, perhatikan posisi kendaraan dan lampu2 sen, tapi jangan menyimpulkan apa2. Nantikan yg tidak dinanti nanti.
• tanyakan pada diri sendiri "sudahkah saya terlihat?", pastikan anda di garis lihat pengendara mobil, kalau perlu terjadi kontak mata, bila ragu2 siapkan yg terburuk.

Tikungan yg Kacau (Cornering Chaos)
Jujur saja, tewas ditikungan adalah mati konyol, karena bisa dihindari dan tak ada alasan yg pantas utk itu. Tetap hidup, dlm kasus ini sangat sederhana, berkendaralah dgn keterbatasan anda. Status membuktikan bahwa pengendara motor tak berpengalaman atau yg sudah lama tak bawa motor adalah yg terbanyak mendapatkan kecelakaan ini, yg mengejutkan adalah terjadi meski jalan tidak basah.

Apa yg salah :
Pengendara motor memasuki tikungan terlalu cepat hingga gagal prediksi radius tikungan dan tak sempat melihat keadaan di ujung tikungan lalu berada di garis tikung yg tdk tepat hingga terlalu dekat dgn jalur arah lawan dan gagal menikung dgn benar hingga panik (ada yg menurunkan gas dan mengerem) hingga ketika keluar tikungan motor malah lari jauh ke arah lawan hingga bertabrakan dgn kendaraan dari depannya.

Cara menghindar kesalahan :• rem dan atur posisi gigi segera, atur kecepatan hingga bisa merubah jalur menikung bila diperlukan, perhatikan keadaan tikungan bila ada tanda2 marka jalan kemana arah tikungan tsb.
• masuki garis tikungan dgn penglihatan terbaik utk melewatinya - bukan garis tikungan balapan, dgn menyisakan ruang antara anda dan kendaraan dari arah lawan.
• jika tiba2 tikungan menyempit (baik keadaan jalan maupun ada kendaraan lain), jangan panik, karena panik bisa membuat motor hilang kendali.

Mendahului yg Kebablasan (Overtaking Oblivion)
Tabrakan ketika mendahului adalah kasus paling banyak ke tiga dlm kecelakan motor, meskipun si pengendara motor biasa dan bisa mendahului kendaraan yg melaju lebih lambat.

Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu dekat pada kendaraan didepannya hingga banting setir kekanan dan berusaha mendahuluinya, ternyata didepan kendaraan tsb ada kendaraan lagi hingga si pengendara motor berusaha melewati keduanya, karena salah perhitungan dan salah atur jarak lalu keluar jalur masuki arah lawan dgn tak ada waktu dan jarak lagi utk pindah jalur hingga terjadilah tabrakan dgn kendaraan dari arah lawan.

Cara menghindar kesalahan :• kunci mendahului adalah perencanaan yg matang, jangan gak sabaran, terburu2 atau agresif, posisikan diri anda dgn penglihatan terbaik kearah jalan didepan, pastikan posisi gigi yg pas utk menaikkan akselerasi.
• perhatikan jalan didepan dgn seksama, adakah hal2 yg berpotensi bahaya? jika ada sedikit saja keraguan di hati, jangan mendahului!, karena sebentaran saja anda dapat lagi kesempatan utk mendahului.
• lihat kaca spion dan area yg tak nampak di kaca spion lalu nyalakan lampu sen dan segera mendahului secepat dan semulus mungkin, ambil segera jalur semula dan jaga ruang antara anda dan kendaraan lain seluas mungkin.

Pemilahan yg Rusak (Filtering F**k-Up)
Bisa memilah melaju melewati kendaran2 di jalanan yg ramai adalah praktis maju yg terbesar dalam mengendarai motor sekaligus berbahaya.
Apa yg salah :
Pengendara motor melaju terlalu cepat di jalur 2 atau 3 dgn estimasi kecepatan 45kpj lebih cepat dari kendaran lain disekitarnya yg akan didahului, tiba2 salah satu kendaraan bermanuver pindah jalur tepat didepannya hingga si pengendara motor tak bisa menghindarinya dan terjadilah tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :
• berkendaralah dgn kecepatan yg memungkinkan anda utk berhenti atau bermanuver dgn tepat, disarankan jangan lebih dari 15kpj dari kendaraan lain disekitar yg akan didahului.
• duduk tegak dan fokus terhadap jalan didepan, perhatikan tanda2 yg berpotensi bahaya, awas terhadap lampu2 sen kendaraan lain, perempatan2, pejalan kaki yg nyebrang dll, sisakan ruangan antara anda dan kendaraan lain.

Berkendara kelompok yg Berdukacita (Group Riding Grief)
Berkendara dgn teman2 bisa menyenangkan sekaligus dapat menimbulkan masalah. Berkendara kelompok tdk termasuk dlm catatan resmi kasus kecelakaan bermotor, tapi secara tetap tercatat sbg faktor penyumbang yg tidak bisa diabaikan. Porblem terbesar adalah si pengendara motor beresiko kecelakaan karena keinginan utk show off atau pamer kebisaanya bermotor didepan teman2nya. Berkendaralah dgn kenyamanan anda sendiri, jangan terpancing oleh ulah teman anda.

Apa yg salah :
4 motor atau lebih berkendara kelompok, dgn 3 motor di belakang sebuah kendaraan lain dan satu motor didepan kendaraan lain tsb sekalgus di belakang kendaraan lain, satu dari 3 motor dibelakang mencoba mendahului, tiba2 satu motor didepan tsb juga mendahului kendaraan didepannya tanpa memberi tanda dan tak melihat spion, motor yg dibelakangnya tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.

Cara menghindar kesalahan :• kecuali anda memiliki kepercayaan penuh terhdp teman2 kelompok berkendara di sekitar anda, tetaplah dalam formasi dan memberi ruang gerak yg banyak utk mereka, jangan coba2 menerka apa aksi dan manuver yg akan mereka lakukan.
• beri kejelasan terhadap teman2 kelompok berkendara di sekitar anda bila anda ingin bermanuver, menolehlah dan beri tanda2 yg jelas.
• ketika mendahului, pertimbangkan pula teman2 kelompok berkendara di sekitar yg dibelakang dgn memberi ruang gerak yg cukup. jika mengikuti motor lain, jangan dasari gerak mendahului anda dgn motor yg ada didepan.

Tragedi Putaran (Turn Tragedy)
Ada beberapa kecelakaan yg melibatkan kendaraan yg memutar di U-Turn dgn pengendara motor yg melaju dari arah lawan. Pengendara motor biasanya jarang disalahkan terhadap jenis kecelakaan ini, tapi tetaplah berhati-hati.
Prediksi dan bereaksi akan kecepatan dan keberadaan kendaraan lain di jalur lawan dari kemungkinan berputar tiba2, jangan percaya pada lampu sen yg diberikan karena bisa terjadi kesalahpahaman (seperti ketika berputar memberi sen kanan, tiba setelah dijalur lawan masuk ke kiri jalur).
Beri ruang gerak jika nampaknya kendaraan dari arah lawan akan berputar, jika mendahului di satu jalur yg padat merayap, kendaraan yg antri didepan biasanya bermanuver kekanan mencari celah jalan didepannya.

Tabrakan belakang (Rear-end Wreck)
Melaju kencang di belakang kendaraan lain sepertinya terdengar bodoh ya? bisa jadi, tapi mengejutkan, terhitung 10% kecelakan bermotor dalam 9 grup contoh kecelakaan fatal dan menurut status, pengendara motor biasanya banyak disalahkan dalam kecelakaan jenis ini daripada kecelakan jenis lain, juga menunjukan terjadi pada pengendara motor yg masih muda, laki laki dan mengendarai motor yg kecil.
Perhatikan jalan didepan, jangan terganggu dgn "pemandangan" yg ada disekitar, bereaksilah segera terhadap lampu rem yg menyala didepan atau tanda2 yg menyebabkan terjadinya kelambatan didepan.
Kenali rem motor anda, banyak pengendara motor tak menyadari potensi akan rem motor mereka, sering2 lah tes rem mendadak dan kuat rem motor anda di empat yg sepi dan beraspal bagus utk mengetahui seberapa cepat motor anda berhenti, jangan berhenti mencoba pada tes pertama, terus lah mencoba, usahakan berangsur angsur hingga didapatkan perhentian yg maksimal.

Kesalahan dalam Percobaan (Error on Trial)
Kecelakaan tidak begitu saja terjadi, ada sebabnya. Kesalahan manusia menjadi faktor utama. Berlawanan dari opini populer yg ada, tak semua
kecelakaan disebabkan oleh pengemudi mobil, pengendara motorpun berbuat kesalahan.