
Pada suatu masa di zaman kekhalifahan Amirul Mukminin Syaidinna Umar Ibn Al-Khattab. Di sebuah provinsi yaitu Mesir yang kala itu dipimpin oleh seorang Gubernur yang bernama Amr Ibn Ash. Hiduplah seorang Yahudi tua yang tinggal di sebuah gubuk reot. Gubuk reot sang Yahudi tua itu bersebelahan dengan istana megah sang Gubernur.
Suatu hari, sang Gubernur hendak menggusur gubuk reot sang Yahudi tua tersebut. Beliau memandang bahwa Gubuk reot tersebut merusak pemandangan akan kemegahan dan keindahan istana sang Gubernur. Dengan dalih untuk membangun Masjid Besar proyek negara, akhirnya sang Gubernur memerintahkan aparat pemerintahan untuk menggusur gubuk reot sang Yahudi tua itu. Si Yahudi tua protes, namun apa daya dia hanya seorang tua yang miskin. Gubernur Amr Ibn Ash tidak menghiraukan protes si Yahudi tua tersebut. Harta yang paling berharganya yaitu gubuk reot yang selama ini dia tinggali ternyata digusur oleh pemimpin yang bertindak dengan sewenang-wenang.