Jika sebelumnya ada postingan tentang 10 Tempat Harta Karun Misterius Yang Belum Ditemukan Sampai Sekarang maka posting ini masih berhubungan dengan HARTA KARUN ,tapi yang sudah diketemukan/ditemukan, 10 harta karun terbesar (paling bernilai) yang pernah ditemukan.
Harta karun adalah sejumlah besar emas, perak, batu permata, uang, perhiasan, atau setiap koleksi berharga yang ditemukan tersembunyi di bawah tanah ,di gudang bawah tanah atau loteng,
Biasanya harta karun berumur cukup tua, bahkan sangat tua, dan tidak bisa dilacak siapa ahli waris yang berhak untuk memilikinya, karena telah melewati puluhan, ratusan bahkan ribuan generasi
Sepanjang sejarah ada beberapa harta karun yang luar biasa ditemukan. Ini adalah daftar dari 10 harta karun yang paling menakjubkan.
10. Harta Karun Środa – Polandia
Harta Karun Środa adalah salah satu yang paling berharga dalam penemuan arkeologi abad ke-20. Ditemukan pada tahun 1985 selama pekerjaan renovasi di Sroda Slaska, Polandia.
Bagian utama dari harta karun itu sekarang masih ada di Museum setempat.Harta karun yang ditemukan termasuk mahkota Emas,diperkirakan milik Blanche dari Valois, istri dari kaisar Charles IV, 2 liontin emas abad ke-12, dua liontin emas abad ke-13, gesper emas abad pertengahan dihiasi dengan batu mulia, tiga cincin, 39 koin emas, dan 2924 koin perak.
9. Harta Karun Panagyuriste - Bulgaria
Pada 8 Desember 1949 tiga bersaudara - Pavel, Petko dan Michail Deikovi bekerja bersama di wilayah pabrik ubin "Merul" dekat Panagyurishte. Saat memproses lapisan baru tanah liat mereka menemukan benda-benda mengkilap yang tidak biasa.
Apa yang mereka gali ternyata adalah harta karun Panagyuriste,Harta karun yang dibuat dengan sempurna dan spektakuler dari Thracian, salah satu harta yang paling terkenal di dunia.terdiri dari botol, sebuah bejana Yunani dan tujuh rhytons dengan total berat 6.164 kg emas murni. Semua benda yang kaya dihiasi dengan adegan dari mitos bangsa Thracian, adat istiadat dan kehidupan. diperkirakan dari abad 4 - 3 SM
8. Harta Karun Preslav – Bulgaria
Harta Karun Preslav ditemukan di musim gugur tahun 1978 di kebun anggur di Castana, 3 km ke utara - kota terbesar kedua Bulgaria - Veliki Preslav.
Penggalian yang dilakukan menemukan lebih dari 170 benda-benda emas, perak dan perunggu termasuk 15 koin perak milik Bizantium Constantine VII, Romawi II (945 dan 959) dan artefak lainnya yang berasal dari periode antara abad ke-3 dan ke-7.
Beberapa teknik pembuatan perhiasan yang digunakan dalam memproduksi perhiasan, kancing, dll, dalam pengaplikasian tidak terbatas dengan pengecoran dalam cetakan, toreutics, pengelasan bola emas kecil (butiran) atau kawat emas murni (kerawang), Inlays mutiara dan enamel multi-warna.
7. harta Karun Pereshchepina – Bulgaria
Harta Pereshchepina adalah deposito utama dari kekaisaran Bizantium, Sassania, dan objek Avarian dari periode Volkerwanderung .
Deposit ditemukan pada tahun 1912 di Desa Mala Pereshchepina (13 km dari Poltava, Ukraina) oleh seorang gembala laki-laki yang secara harfiah tersandung bejana emas dan jatuh ke makam Kuvrat, pendiri Agung Bulgaria dan ayah dari Asparuh, pendiri Kekaisaran Bulgaria Pertama.
Timbunan ini berisi lebih dari 800 buah. Ada 19 bejana perak dan 16 bejana emas, termasuk rhyton mencolok dan yang lain. Selain itu,dalam penemuan itu juga terdapat tongkat dari emas, pedang besi dengan ujung bawah dalam bentuk cincin dilapisi emas juga pada gagang dan sarungnya, perhiasan emas, dan banyak lagi.
6. Harta Karun Tillia Tepe – Afghanistan
Tillia Tepe adalah situs arkeologi di Afghanistan utara dekat Sheberghan, disurvei pada tahun 1979 oleh misi arkeolog Soviet Afghanistani yang dipimpin oleh Victor Sarianidi, setahun sebelum invasi Soviet terhadap Afghanistan.
Pada timbunan ditemukan koleksi sekitar 20.000 perhiasan emas di enam kuburan (lima perempuan dan satu laki-laki) dengan perhiasan yang sangat kaya, berasal dari sekitar abad ke-1 SM.Secara keseluruhan beberapa ribu keping perhiasan yang ditemukan, biasanya terbuat dari kombinasi emas, pirus dan lapis-lazuli. Ornamen termasuk koin,seperangkat kalung dengan permata, ikat pinggang, medali, dan mahkota.
5. Harta Karun Nagyszentmiklós – Rumania
Harta Nagyszentmiklós adalah koleksi berharga dua 23 bejana emas abad ke-10, ditemukan di Nagyszentmiklós, Transylvania. Harta karun, yang terdiri dari 23 bejana emas, berasal dari abad kesepuluh, ditemukan pada 1791 di sekitar kota Nagyszentmiklós (sekarang Sânnicolau Mare, Rumania).
4. Harta Karun Pietroasele - Rumania
Harta Karun Pietroasele (ditemukan di Pietroasele, Buzau, Rumania, pada tahun 1837), adalah harta karun bangsa Gothic terkahir di abad 4 yang mencakup sekitar 22 benda dari emas, di antara contoh yang paling terkenal dari gaya polikrom seni Periode Migrasi.
Dari 22 potong, hanya dua belas selamat, dilestarikan di Museum Nasional Sejarah Rumania, di Bucharest, beberapa item adalah fibula elang berkepala besar dan tiga yang lebih kecil bertatahkan batu mulia, dan Patera, atau wadah bulat tempat tumbal , dimodelkan dengan tokoh-tokoh yang tampak sebagai dewa Gothic di baju dewi Yunani mengelilingi tiga dimensi duduk di tengah.
3. Harta Karun Gourdon - Perancis
harta karun ini, digali dekat Gourdon, Saône-et-Loire, pada tahun 1845, adalah timbunan emas, yang berasal dari akhir abad kelima atau awal abad keenam, yang disimpan segera setelah tahun 524.
Ketika ditemukan timbunan terdiri dari piala (ditampilkan di atas), sebuah patena persegi panjang, juga diterapkan dengan garnet dan pirus di kompartemen cloisonne, bersama dengan sekitar 100 koin emas yang berasal dari pemerintahan kaisar Bizantium Leo I (457-474) sampai kaisar Justin I (518-527).
2. Harta Karun Tutankhamen's - Mesir
Daftar harta harun ini tidak akan lengkap jika kita tidak menyebutkan harta karun Tutankhamen.
Ditemukan di makamnya pada tahun 1922 oleh Howard Carter, di bawah sisa-sisa gubuk pekerja dibangun selama Periode Ramses, yang menjelaskan mengapa hal itu terhindar dari pemusnahan makam periode itu.
Mungkin bagian yang paling mengesankan ditemukan dalam makam Tutankhamun bukanlah topeng , meskipun itu adalah yang paling terkenal.Sebaliknya, peti mati untuk raja yang terbuat dari emas, menampilkan kualitas pengerjaan dan detail yang sangat kompleks yang tak tertandingi. Peti mati (yang di dalam) terbuat dari emas padat. panjang 190 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 50 cm
Raja ditampilkan sebagai Osiris memegang crook dan flail, simbol-simbol tradisional kerajaan. Makam yang berisi harta karun lainnya juga, termasuk mahkota Raja.
1. Harta karun Jawa - Indonesia
Harta karun terakhir kami adalah yang paling baru ditemukan. Harta karun dari Jawa, Indonesia ini termasuk dengan 14.000 mutiara, 4.000 rubi,400 safir merah gelap, dan lebih dari 2.200 garnet. Harta ini ditemukan di sebuah kapal yang tenggelam 1000 tahun yang lalu di lepas pantai Indonesia.
Selain perhiasan, para pemburu harta karun menemukan botol parfum kecil, guci yang terbuat dari tanah liat, vas berleher ramping, dan gelas berwarna cerah dari dinasti Fatimah yang pernah menguasai Mesir kuno.
Mereka juga menemukan piring dihiasi dengan naga, burung parkit dan lainnya; porselen dengan ukiran halus-pinggiran, teko dihiasi dengan bunga teratai, dan piring seladon dengan glasir utuh. Temuan yang bernilai milyaran dolar ini, 50% untuk pemerintah Indonesia.
Penemuan Bangkai kapal yang sangat langka dari abad ke 10 ini mengisi celah besar dalam pengetahuan kita tentang periode itu.
credit : http://listverse.com/
Rabu, 18 Januari 2012
Selasa, 17 Januari 2012
BEKSI palang pintu petukangan 1
Palang Pintu : Salah satu adat budaya pernikahan di tanah Betawi. Sekarang sudah berkembang lagi.
Rabu, 11 Januari 2012
Kekhasan Silat Golok Seliwa
Video tentang Silat Seliwa. Salah satu aliran silat yang ada di Tanah Betawi. Mari kita budayakan seni beladiri Betawi.
Silat Seliwa Jurus Tujuh dari Bambularangan
Bagi masyarakat Betawi belajar silat adalah kewajiban kedua setelah belajar mengaji yang harus dipelajari sejak masa kanak-kanak. Tak heran, ilmu silat pun berkembang di tanah Betawi dengan beragam jenisnya, mulai dari Silat Cingkrik, Silat Beksi hingga Silat Seliwa dari Bambularangan, Kalideres, Jakarta Barat. Namun, tak banyak yang tahu jika Silat Seliwa dipopulerkan oleh almarhum Haji Sama’ bin Saleh.
Konon kabarnya, Haji Sama bin Saleh ini juga keturunan langsung dari pendiri kampung Bambularangan. Beliau mewarisi aliran silat ini dari gurunya Ki Muhatim yang berasal dari kampung Gondrong, Tangerang. Tidak hanya itu, orangtua Haji Sama` adalah orang terpandang yang juga jago pukul (ahli silat) pada zamannya.
Semasa Ki Saleh masih hidup, Haji Sama` yang saat itu masih remaja bisa melakukan dan mendapatkan apa saja yang dia inginkan, tentunya karena orang sungkan terhadap kebesaran nama bapaknya. “Telunjuk gua laku, apa nyang gue pengenin gua tinggal nunjuk," ujar Haji Sama` seperti diceritakan Adam Moeslih salah satu keturunan yang masih kerabat dekat Haji Sama` kepada beritajakarta.com di pelataran halaman kantor Walikota Jakarta Barat, Selasa (11/5).
Petaka datang ketika sang ayah yang dibanggakannya meninggal dunia. Haji Sama` merasa orang sudah tidak lagi “memandang” dia. Karena peristiwa itu, Haji Sama` mulai sadar jika dia ingin disegani orang, maka dia juga harus sehebat ayahnya. Maka dengan membayar dua pikul dongkrak gabah cere dan gabah ketan sebagai jaminan, dia mengajukan diri berguru kepada Ki Muhatim, guru Silat Betawi Jurus Tujuh. Belajar pukul dilakukan di pelataran rumah Haji Jibi, sebuah rumah kebaya berundak dua yang menghadap utara, di halamannya tumbuh sebatang pohon Maja. Haji Sama` bin Saleh adalah murid yang cekatan dan berani, sehingga dengan mudah ia menyerap jurus-jurus yang diajarkan sang guru.
Di samping belajar pukul, Haji Sama` juga belajar “elmu”. Di antaranya adalah Elmu Pelamuran, konon ilmu dalem ini dimiliki juga oleh Mat Item, raja garong dari Srengseng yang tewas ditembak pasukan dari Batalion Kala Hitam atas petunjuk Ki Medo tokoh masyarakat setempat di anak kali Mookervart, Kampung Duri, setelah diburu selama tiga bulan. Satu lagi ilmu yang dikuasai Haji Sama` bin Saleh adalah Elmu Kebal Aer Keras.
Kehebatan pukul Silat Seliwa jurus tujuh pernah digunakan Haji Sama` ketika dia menerima tantangan Lurah Kosambi untuk bejaban (adu tanding). “Kepelannya segede gayung, kalo kita ampe kepukul, kita bisa kaga kena nasi tiga ari," begitu Adam menuturkan kisah Haji Sama` dengan logat Betawinya yang kental.
Jurus Seliwa peninggalan Haji Sama` di antaranya, Jurus Nampan Duit, Jurus Sosot, Jurus Ketok, Jurus Gecek, Jurus Berarak Miring, Jurus Berarak Rendah, dan Jurus Sambat.
Kini, Haji Sama` telah meninggal dunia, dan tidak semua keahlian pukul Betawi serta yang dikuasainya sempat diwariskan kepada kerabatnya. Karena sampai wafat 2 Januari 2006 silam di usia menjelang 70 tahun, Haji Sama` tidak memiliki keturunan. "Kini Silat Seliwa Jurus Tujuh sudah sedikit sekali yang masih menghapalnya, mungkin begitulah akhir dari perguruan silat yang ditinggal mati guru besarnya, lama-lama meredup dan dilupakan orang," ungkap Adam.
sumber : http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=4&nNewsId=38870#.Tw1PfZa4_pA.blogger
Konon kabarnya, Haji Sama bin Saleh ini juga keturunan langsung dari pendiri kampung Bambularangan. Beliau mewarisi aliran silat ini dari gurunya Ki Muhatim yang berasal dari kampung Gondrong, Tangerang. Tidak hanya itu, orangtua Haji Sama` adalah orang terpandang yang juga jago pukul (ahli silat) pada zamannya.
Semasa Ki Saleh masih hidup, Haji Sama` yang saat itu masih remaja bisa melakukan dan mendapatkan apa saja yang dia inginkan, tentunya karena orang sungkan terhadap kebesaran nama bapaknya. “Telunjuk gua laku, apa nyang gue pengenin gua tinggal nunjuk," ujar Haji Sama` seperti diceritakan Adam Moeslih salah satu keturunan yang masih kerabat dekat Haji Sama` kepada beritajakarta.com di pelataran halaman kantor Walikota Jakarta Barat, Selasa (11/5).
Petaka datang ketika sang ayah yang dibanggakannya meninggal dunia. Haji Sama` merasa orang sudah tidak lagi “memandang” dia. Karena peristiwa itu, Haji Sama` mulai sadar jika dia ingin disegani orang, maka dia juga harus sehebat ayahnya. Maka dengan membayar dua pikul dongkrak gabah cere dan gabah ketan sebagai jaminan, dia mengajukan diri berguru kepada Ki Muhatim, guru Silat Betawi Jurus Tujuh. Belajar pukul dilakukan di pelataran rumah Haji Jibi, sebuah rumah kebaya berundak dua yang menghadap utara, di halamannya tumbuh sebatang pohon Maja. Haji Sama` bin Saleh adalah murid yang cekatan dan berani, sehingga dengan mudah ia menyerap jurus-jurus yang diajarkan sang guru.
Di samping belajar pukul, Haji Sama` juga belajar “elmu”. Di antaranya adalah Elmu Pelamuran, konon ilmu dalem ini dimiliki juga oleh Mat Item, raja garong dari Srengseng yang tewas ditembak pasukan dari Batalion Kala Hitam atas petunjuk Ki Medo tokoh masyarakat setempat di anak kali Mookervart, Kampung Duri, setelah diburu selama tiga bulan. Satu lagi ilmu yang dikuasai Haji Sama` bin Saleh adalah Elmu Kebal Aer Keras.
Kehebatan pukul Silat Seliwa jurus tujuh pernah digunakan Haji Sama` ketika dia menerima tantangan Lurah Kosambi untuk bejaban (adu tanding). “Kepelannya segede gayung, kalo kita ampe kepukul, kita bisa kaga kena nasi tiga ari," begitu Adam menuturkan kisah Haji Sama` dengan logat Betawinya yang kental.
Jurus Seliwa peninggalan Haji Sama` di antaranya, Jurus Nampan Duit, Jurus Sosot, Jurus Ketok, Jurus Gecek, Jurus Berarak Miring, Jurus Berarak Rendah, dan Jurus Sambat.
Kini, Haji Sama` telah meninggal dunia, dan tidak semua keahlian pukul Betawi serta yang dikuasainya sempat diwariskan kepada kerabatnya. Karena sampai wafat 2 Januari 2006 silam di usia menjelang 70 tahun, Haji Sama` tidak memiliki keturunan. "Kini Silat Seliwa Jurus Tujuh sudah sedikit sekali yang masih menghapalnya, mungkin begitulah akhir dari perguruan silat yang ditinggal mati guru besarnya, lama-lama meredup dan dilupakan orang," ungkap Adam.
sumber : http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=4&nNewsId=38870#.Tw1PfZa4_pA.blogger
Jumat, 30 September 2011
Tradisi Palang Pintu di Betawi
Adu silat adalah salah satu adegan yang selalu muncul pada kesenian Palang Pintu Perkawinan. Pernikahan sendiri merupakan salah satu perjalanan manusia yang dianggap sakral bagi masyarakat Betawi. Saking sakralnya, maka ada beberapa prosesi yang harus dilalui oleh kedua mempelai menjelang pernikahannya dan salah satunya adalah Palang Pintu.
Upacara pernikahan diawali dengan arak-arakkan calon pengantin pria menuju ke rumah calon istrinya. Dalam arak-arakan itu, selain iringan rebana ketimpring juga diikuti barisan sejumlah kerabat yang membawa sejumlah seserahan mulai dari roti buaya yang melambangkan kesetiaan abadi, sayur-mayur, uang, jajanan khas Betawi, dan pakaian. Selain itu, perlengkapan kamar pengantin yang berat seperti tempat tidur serta lemari juga dibawa dalam prosesi arak-arakkan.
Tradisi Palang Pintu ini merupakan pelengkap saat pengantin pria yang disebut "tuan raja mude" hendak memasuki rumah pengantin wanita atawa "tuan putri". Nah, saat hendak masuk kediaman pengantin putri itulah, pihak pengantin wanita akan menghadang. Awalnya, terjadi dialog yang sopan. Masing-masing saling bertukar salam, masing-masing saling mendoakan. Sampai akhirnya pelan-pelan situasi memanas lantaran pihak pengantin perempun ingin menguji kesaktian dan juga kepandaian pihak pengantin laki-laki dalam berilmu silat dan mengaji.
Baku hantam pun terjadi. Sudah pasti, akhirnya pihak lelakilah yang menang. (He he he... kalau pihak lelaki tak menang, tentu gak akan terjadi pernikahan bukan?). Usai memenangi pertarungan, pengantin perempuan pun biasanya meminta pihak lelaki untuk memamerkan kebolehannya dalam membaca Al Quran. Dan sudah pasti lagi, ujian ini pun mampu dilewatinya.
Berikut adalah drama satu babak ketika acara Palang Pintu berlangsung yang diwakili oleh pihak pengantin Perempuan (P) dan pihak pengantin Laki (L).
P: Eh, Bang...bang berenti, bang budeg ape luh. Eh, bang nih ape maksudnye nih maen nyelonong aje di kampung orang, emangnye lu kaga tahu kalo nih kampung ade nyang punye?...
P: Eh. Bang, rumah gedongan rumah belande, pagarnya kawat tiangnya besi, gue kaga mao tau nih rombongan datengnye dari mane mau kemane, tapi lewat kampung gue kudu permisi.
L: Oh. jadi lewat kampung sini kudu permisi, bang
P: Iye...emangnye lu kate nih tegalan
L: Maapin aye bang kalo kedatangan aye ama rombongan kaga berkenan di ati sodare-sodare. Sebelomnye aye pengen ucapin dulu nih Bang. Assalamu'alaikum
P: Alaikum salam.
L: Begini bang. Makan sekuteng di Pasar Jum'at, mampir dulu di Kramat Jati, aye dateng ama rombongan dengan segala hormat, mohon diterime dengan senang hati
P: Oh, jadi lu uda niat dateng kemari. Eh Bang, kalo makan buah kenari, jangan ditelen biji-bijinye. Kalo lu udeh niat dateng kemari. Gue pengen tahu ape hajatnye?...
L: Oh... jadi Abang pengen tahu ape hajatnye. Emang Abang kaga dikasih tau ame tuan rumehnye. Bang, ade siang ade malam, ade bulan ade matahari, kalo bukan lantaran perawan yang di dalem, kaga bakalan nih laki gue anterin ke mari.
P: Oh. jadi lantaran perawan Abang kemari?...Eh. Bang, kaga salah Abang beli lemari, tapi sayang kaga ade kuncinye, kaga salah abang datang kemari, tapi sayang, tuh perawan ude ade nyang punye
L: Oh... jadi tuh perawan ude ade nyang punye. Eh Bang crukcuk kuburan cine, kuburan Islam aye nyang ngajiin, biar kate tuh perawan udeh ade nyang punye, tetep aje nih laki bakal ngejadiin
P: Jadi elu kaga ngerti pengen jadiin. Eh Bang... kalo jalan lewat Kemayoran, ati-ati jalannye licin, dari pada niat lu kaga kesampaian, lu pilih mati ape lu batalin
L: Oh. Jadi abang bekeras nih. Eh Bang ibarat baju udah kepalang basah, masak nasi udah jadi bubur, biar kate aye mati berkalang tanah, setapakpun nantinye aye kaga bakal mundur
P: Oh. jadi lu sangke kaga mau mundur, ikan belut mati di tusuk, dalam kuali kudu masaknye, eh... Nih palang pintu kaga ijinin lu masuk, sebelum lu penuin persaratannye
L: Oh. Jadi kalo mao dapet perawan sini ade saratnye, Bang.?
P: Ade, jadi pelayan aje ada saratnye, ape lagi perawan.
L: Kalo begitu, sebutin saratnye. Bang.
P: Lu pengen tau ape saratnye. Kude lumping dari tangerang, kedipin mate cari menantu, pasang kuping lu terang-terang, adepin dulu jago gue satu-persatu
L: Oh... jadi kalo mao dapet perawan sini saratnye bekelai Bang.
P: Iye... Kalo lu takut, lu pulang.
L: Bintang seawan-awan, aye itungin beribu satu, berape banyak Abang punya jagoan, aye bakal adepin satu-persatu.
Setelah adegan di atas, pemain palang pintu biasanya melanjutkan dengan kembangan. Berikut adalah petikannya.
L: Bang, lu tau dalemnye rawe, pasti lu tau kali semanan, kalo mau tau namenye jaware, nih lu liat gue punye maenan (jalanin jurusnye). Nih ..baru kembangnye .. Bang. Ntar buahnye..
P: Kelape ijo ditusuk belati, naek perahu lurus jalannye, udeh banyak jago nyang mati, nih jurus pukulannye, (jalanin jurusnye) kalo elu buahnye. nih bijinye..
Beradu jurus pun berakhir. Pihak pengantin lelaki keluar sebagai pemenang. Perbincangan pun dilanjutkan kembali.
L: Gimane Bang, rase-rasenye jagoan Abang udeh pade rontok semua nih. Ape aye ame rombongan udeh boleh masuk?...Ape masih ade saratnye lagi Bang?...
P: Ntar dulu Bang, enak aje... Pan lu tau... Buah cerme jangan diasinin, makan nasinye di kandang kude, sarat pertame emang lu ude penuin. Tapi masih ade sarat nyang kedue.
L: Sebutin udeh bang... jangan lame-lame
P: Tukang lakse dagangnye malem, jalannya muter ke Pasar Kranji, gue minta elu jangan cume bise berantem, tapi gue pengen denger lu bise ngaji
L: Tumbuk ketan jadinye uli, ulinye juge kudui ditapein, betaun-taun anak kampung gue bisa ngaji, lagu nyang Abang minta aye bawain
(baca sikeh)
L : Gimane Bang... soal berantem aye udah ladenin, soal ngaji... abang udah dengerin ape aye ame rombongan udah boleh masuk, ape masih ade saratnye lagi, Bang?...
P: Cukup-cukup dah Bang. Rase-rasenye kage sie-sie aye bebesanan ame Abang soal silat Abang jago, soal ngaji Abang bise. Aye Cuma bisa bilang buah mangga bukan sembarang mangga buahnye satu tulung petikin aye bangga bukan sembarang bangga mantu yang begini nyang aye arep-arepin. Ahlan wasahlan buat Abang ame rombongan. Assalamu, alaikum
sumber :: Betawi Post (Grup Facebook)
Langganan:
Postingan (Atom)












